706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah



loading…

Sebanyak 706 paus dan lumba-lumba di bantai di dekat Kepulauan Faroe, Denmark, dalam tradisi tahunan. Meski dikecam para aktivis lingkungan, tradisi pembantaian ini rutin dilakukan saban tahun. Foto/Sea Shepherd

TORSHAVN – Lebih dari 700 paus dan lumba-lumba dibantai di dekat Kepulauan Faroe selama tradisi tahunan yang disebut “grindadrap” atau “grind”. Pembantaian massal satwa ini membuat laut menjadi perairan darah berwarna merah tua.

Penduduk setempat menggunakan kail dan pisau untuk menggiring dan membawa lumba-lumba sisi putih Atlantik dan paus pilot sirip panjang ke teluk dangkal.

Baca Juga: Horor, Faroe Islands Digenangi Darah saat 180 Paus Dibantai

Para penonton, termasuk anak-anak, menyaksikan dari garis pantai saat hewan-hewan itu dibantai secara mengerikan dan tubuh mereka dibelah. Setelah itu, bangkai-bangkai itu ditumpuk bersama, diangkut, dan dipotong-potong untuk didistribusikan.

Menurut Sea Shepherd, sebuah LSM aktivis lingkungan global, pembantaian massal ini terjadi dalam tiga perburuan pada hari Rabu, 27 Mei 2026, hanya 200 mil di utara Skotlandia.

Sebanyak 402 paus pilot dan empat lumba-lumba hidung botol dibunuh di Torshavn, 168 lumba-lumba sisi putih dibunuh di Skalabotnur, dan 132 lumba-lumba sisi putih dibunuh di Hvalvik, sehingga totalnya menjadi 706.

Laporan menunjukkan bahwa para pemburu membutuhkan waktu lama untuk membunuh hewan-hewan tersebut, yang memperpanjang periode penderitaan dan kesakitan hewan-hewan yang terdampar itu.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *