
loading…
Nuanu Creative City bersiap menghadirkan pertemuan seni dan budaya global. Foto: Nuanu
Pameran tersebut dikurasi Bandana Tewari sebagai Lead Curator. Brina Paska mendampingi sebagai Assistant Curator pameran. Karya yang ditampilkan melintasi kriya, tekstil, desain, dan fashion. Selain itu, seni kontemporer serta budaya material turut dihadirkan. Pameran akan berlangsung hingga 29 November 2026 mendatang.
Dua benang kuratorial menjadi fondasi utama pameran tersebut. Pertama, Hand as Archive: Memory, Transmission, and Embodied Knowledge. Kedua, Routes of Exchange: Migration, Mutation, and Becoming. Keduanya menyoroti cara pengetahuan budaya diwariskan lintas generasi. Sentuhan, repetisi, dan teknik tradisional menjadi penghubung utamanya.
Sebanyak 21 seniman, desainer, dan studio ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari Indonesia dan India. Nama besar seperti Tex Saverio dan Toton The Label hadir. Ada pula Lulu Lutfi Labibi serta Raw Mango x Sanjay Garg. Kehadiran mereka memperkuat dialog kreatif antarnegara yang berkembang.
Bandana Tewari menilai tubuh menyimpan banyak memori budaya. Menurutnya, kriya bukan sekadar benda yang dibuat. “Kriya adalah sesuatu yang diingat kembali,” ujarnya. Sementara itu, Director Art & Bali, Kelsang Dolma, menyoroti kedalaman praktik para peserta. “Dialog ini terasa presisi dan relevan,” katanya.