Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China



loading…

Tingginya permintaan data center memicu eskalasi perang teknologi antara AS dan China. FOTO/AP

JAKARTA – Pasar semikonduktor global diproyeksikan bakal mencetak sejarah dengan menembus angka USD1,5 triliun atau setara Rp27.000 triliun pada 2026 setelah melonjak tajam hingga 89,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan luar biasa ini dipicu ledakan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di seluruh dunia yang mendorong tingginya permintaan pusat data (data center) berperforma tinggi, sekaligus memicu eskalasi perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

“Proyeksi ini menandai revisi naik yang sangat tajam dari perkiraan bulan Desember lalu sebesar USD975,4 miliar, dan menjadi momen pertama kalinya nilai pasar cip dunia melampaui ambang batas satu triliun USD,” demikian laporan World Semiconductor Trade Statistics (WSTS) dalam pernyataannya dikutip dari BigGo Finance, Kamis (3/6/2026).

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

WSTS mengungkapkan pertumbuhan masif yang melampaui rekor tertinggi 42% pada 1995 ini didorong oleh investasi modal besar-besaran dari berbagai korporasi global. Fenomena tersebut sekaligus menandai pergeseran struktural industri semikonduktor, dari yang semula sangat bergantung pada siklus ekonomi naik-turun, kini beralih menjadi pertumbuhan linier yang digerakkan oleh kehadiran AI generatif.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *