
loading…
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sepanjang Januari hingga April 2026. FOTO/dok.SindoNews
“Hingga bulan April 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-April 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD14,16 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD8,52 miliar,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam paparannya, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus tersebut didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap solid, sementara sektor migas masih mencatatkan defisit. Kondisi ini mencerminkan ketergantungan terhadap impor energi yang masih cukup tinggi.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang sektor industri pengolahan yang naik 9,78 persen menjadi USD75,57 miliar.