
loading…
Filipina meningkatkan anggaran militernya. Foto/X/@ladywarior73
“Sangat penting bagi semua negara untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka. Tidak ada satu negara pun yang dikecualikan dari membangun pertahanan nasionalnya sendiri,” katanya selama wawancara di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura, dilansir CNA.
“Bahkan untuk ASEAN, jika kemampuan individu kita sendiri tidak matang, tidak berkembang… bagaimana kita, sebagai sebuah blok, dapat melindungi diri kita sendiri?”
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan kepada para delegasi di forum keamanan bahwa Washington mengharapkan sekutu-sekutu Asianya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Teodoro mengatakan seruan tersebut mencerminkan konsensus yang lebih luas di antara para menteri pertahanan daripada sekadar posisi Amerika.
“Bukan hanya Menteri Hegseth… itu adalah konsensus (di antara) semua menteri pertahanan,” katanya.
Ia menekankan bahwa kemitraan keamanan membutuhkan pembagian beban dan bahwa negara-negara tidak dapat hanya mengandalkan AS atau sekutu lainnya untuk memikul tanggung jawab tersebut.
“AS tidak akan menjadi negara andalan untuk perlindungan (jika) negara-negara ini tidak memberikan kontribusi yang adil,” katanya kepada CNA.
“Ini adalah jalan dua arah. Keamanan adalah pembagian beban, dan salah satu pihak dalam kesepakatan, terutama dalam koalisi, tidak dapat memberikan kontribusi yang kurang dari seharusnya.”