4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia



loading…

Malaysia marah aats pembatalan kesepakatan rudal dengan Norwegia. Foto/X

KUALA LUMPURMalaysia mengkritik “keheningan yang memekakkan telinga” dari negara-negara besar pada hari Minggu terkait runtuhnya kesepakatan dengan Norwegia untuk sistem rudal angkatan laut, dengan mengatakan bahwa hal itu “mengirimkan pesan berbahaya” tentang integritas kontrak internasional.

Kedua negara telah terlibat dalam perselisihan diplomatik bulan ini sejak Norwegia mencabut persetujuan ekspor untuk teknologi tertentu.

Oslo mengatakan langkah tersebut tidak sengaja menargetkan Malaysia, tetapi Kuala Lumpur masih menuntut kompensasi lebih dari US$251 juta dari perusahaan Norwegia yang terlibat dalam kesepakatan tersebut.

4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan KesepakatanPembelian Rudal dengan Norwegia

1. Protes Keputusan Sepihak Norwegia

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengecam kurangnya reaksi keras dari negara-negara lain terhadap “keputusan sepihak Norwegia” di forum pertahanan utama di Singapura.

“Tidak ada kekhawatiran serius yang diangkat tentang integritas kontrak atau akuntabilitas. Keheningan yang memekakkan telinga ini mengirimkan pesan berbahaya bahwa beberapa negara sama sekali berada di atas pengawasan,” katanya dalam Dialog Shangri-La, dilansir CNA.

Mohamed Khaled mengkritik apa yang disebutnya standar ganda dalam penerapan hukum internasional di antara “negara berkembang” dan “negara-negara kuat atau sekutu mereka”, menambahkan bahwa Malaysia sekarang sedang berbicara dengan “mitra sejati” untuk membeli sistem rudal tersebut.

2. Eksklusivitas NATO

Berbicara kepada CNA di sela-sela forum pertahanan pada hari Minggu, Menteri Pertahanan Norwegia Tore O Sandvik mengatakan keputusan itu dibuat karena “situasi keamanan baru dan pembatasan untuk peralatan militer sensitif dari Norwegia”.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *