
loading…
Pendukung ISIS memasuki Raqqa pada 2014. Foto/wikimedia
Berbicara dalam pertemuan kepala keamanan dari Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Wilayah Irkutsk, Rusia, pada hari Selasa, Bortnikov mengatakan para militan yang telah berperang untuk ISIS dan kelompok bersenjata lainnya dipindahkan dari fasilitas penahanan di Suriah ke kamp-kamp khusus di Irak.
Menurut RT, Bortnikov memperingatkan upaya ini tidak terbatas pada Timur Tengah, tetapi juga dapat mengancam negara-negara anggota CIS.
RT mengutip Bortnikov yang mengatakan, “Sejarah ISIS dimulai dengan kompleks penjara Irak serupa di bawah perlindungan badan intelijen koalisi Barat.”
Kepala FSB tersebut menyatakan pergerakan militan saat ini menggemakan perkembangan sebelumnya yang berkontribusi pada munculnya ISIS.
Para militan tersebut, katanya, termasuk individu dari negara-negara CIS yang telah berperang untuk ISIS dan organisasi lain sebelum berakhir di penjara Suriah.