
loading…
Sejumlah warga mengantre sepanjang hampir satu kilometer untuk mendapatkan giliran mengisi BBM di SPBU. FOTO/The Hindu
Dikutip dari The Hindu, kenaikan harga ini mengikuti peningkatan tekanan pada perusahaan pemasaran minyak (oil marketing companies/OMC) di tengah melonjaknya harga minyak mentah karena pasokan energi terus terganggu akibat konflik di Timur Tengah.
Melalui penyesuaian harga terbaru ini, harga bensin dan solar di seluruh negeri mengalami kenaikan rata-rata sebesar 90 paise per liter di semua varian. Sejak gelombang kenaikan pertama yang diberlakukan pada 15 Mei lalu, harga kedua jenis bahan bakar retail tersebut secara kumulatif telah melonjak sekitar 4,8 rupee per liter dalam tiga tahap.
Baca Juga: Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022
Pemerintah India mengonfirmasi bahwa meskipun kenaikan memberatkan konsumen, kebijakan tersebut terpaksa diambil guna menekan kerugian harian badan usaha milik negara. Penyesuaian tahap awal dinilai mampu memangkas kerugian kilang dari semula sekitar 1.000 crore rupee atau setara Rp1,92 triliun menjadi 750 crore rupee atau setara Rp1,44 triliun per hari untuk penjualan bensin, solar, dan LPG.
Di ibu kota New Delhi, bensin kini dibanderol seharga 99,51 rupee per liter dan solar menjadi 92,49 rupee per liter. Sementara itu, wilayah metropolitan Kolkata mencatat kenaikan paling tajam dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Mumbai dan Chennai, di mana harga bensin di Kolkata kini menyentuh angka 110,64 rupee per liter.