
loading…
UMKM tercatat masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan keuangan. FOTO/dok.SindoNews
“Kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya,” kata Chief Executive Officer PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme), Vicky G. Saputra, dalam pernyataannya, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Angka NEET Pemuda RI Tembus 19,44%, Lebih Tinggi dari Rata-rata ASEAN
Vicky menjelaskan penyediaan infrastruktur pembayaran digital saja tidak serta-merta mendorong pertumbuhan UMKM secara instan tanpa adanya pemahaman yang mendalam dari para pelaku usaha. Oleh karena itu, Netzme berkolaborasi dengan platform edukasi Ruangguru meluncurkan program “Gang Dagang”, sebuah inisiatif pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi) guna mendongkrak kapabilitas finansial dan digital para pelaku UMKM.
Program edukasi interaktif ini turut mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta. Melalui Gang Dagang, peserta tidak hanya diberikan teori konvensional, melainkan diajak menjalankan simulasi bisnis nyata melalui konsep permainan yang aplikatif dan relevan dengan aktivitas perniagaan sehari-hari.
Dalam implementasinya di lapangan, program ini mengintegrasikan ekosistem pembayaran digital milik Netzme, seperti fasilitas QRIS Soundbox dan aplikasi Kasir Digital. Selain itu, untuk memacu semangat kompetisi positif, setiap dua minggu sekali para peserta akan ditantang mengikuti Sales Race untuk meningkatkan frekuensi transaksi QRIS di gerai masing-masing yang dipantau melalui papan peringkat (leaderboard).