
loading…
Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berpartisipasi dalam latihan militer yang bertujuan meningkatkan kemampuan tempur di provinsi Teheran, Iran, pada 12 Mei 2026. Foto/Korps Garda Revolusi Islam/Anadolu Agency
Garda Revolusi mengatakan telah melakukan operasi di kota Baneh di provinsi Kurdistan, menargetkan apa yang mereka sebut sebagai “kelompok kontra-revolusioner” yang diduga beroperasi atas nama Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menurut pernyataan tersebut, pasukan Iran menyita sejumlah besar senjata dan amunisi yang diduga akan ditransfer melintasi perbatasan ke Iran.
Garda mengatakan kelompok-kelompok tersebut telah merencanakan menyelundupkan pengiriman senjata dan amunisi AS yang baru dipasok ke negara itu.
IRGC menambahkan operasi tersebut digagalkan melalui apa yang mereka sebut sebagai kerja intelijen yang ekstensif yang melibatkan identifikasi dan penangkapan para kolaborator yang diduga berada di dalam Iran.
Garda Revolusi juga mengumumkan operasi keamanan terpisah di provinsi Qazvin, Kerman, Chaharmahal, dan Bakhtiari.
Di Qazvin, pihak berwenang mengatakan dua orang yang diduga mata-mata Israel telah ditangkap dan jaringan distribusi senjata dibongkar.