
loading…
Fenomena liptick effect, walau ekonomi lesu tapi mal dan kafe masih ramai. Foto: Dok SindoNews
Menurut penjelasan dari cuitan akun X @TwipsX, istilah lipstick effect sendiri pertama kali populer setelah diamati oleh perusahaan kosmetik Estée Lauder saat Amerika Serikat mengalami resesi pada 2001 pasca tragedi 9/11.
“Kalian ngerasa nggak sih, mall masih rame, antrean kopi masih panjang, restoran masih penuh. Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah,” tulis akun tersebut.
Baca Juga : Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok
Kala itu, penjualan barang mewah besar seperti mobil atau produk premium mengalami penurunan. Namun di sisi lain, produk-produk kecil seperti lipstik dan kosmetik, justru mengalami kenaikan penjualan.