
loading…
Menkeu Purbaya meminta para pelaku pasar dan investor saham domestik tidak panik dalam merespons kejatuhan IHSG yang sempat menyentuh level 6.400. Foto/Dok
Menurutnya, Pemerintah memastikan bahwa fundamen ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat kokoh, sehingga penurunan indeks saham justru menjadi momentum komoditas bagi investor untuk melakukan akumulasi beli.
“Enggak apa-apa nanti kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Awal Pekan, IHSG Dibuka Ambruk 1,4% ke Level 6.628
Guna menahan efek domino kejatuhan pasar saham terhadap nilai tukar Rupiah, Kemenkeu meluncurkan strategi intervensi agresif di pasar Surat Berharga Negara (SBN) melalui mekanisme stabilitas pasar obligasi. Langkah ini dirancang untuk membentengi psikologis investor asing dari kepanikan.
“Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu udah masuk tapi hanya sedikit, mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” jelas Purbaya.