Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo



loading…

Pemenuhan bahan baku pangan yang saat ini sebagian masih didatangkan dari luar atau impor akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang saat ini tengah terjadi. Foto/Dok

JAKARTA – Pengamat pertanian dan pangan, Khudori menilai pemenuhan bahan baku pangan yang saat ini sebagian masih didatangkan dari luar atau impor akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang saat ini tengah terjadi. Ia menerangkan, sejumlah komoditas pangan saat ini masih didatangkan dari impor.

Khudori mencontohkan, misalnya gandum sebagai bahan baku mie instan, roti, tepung terigu dan lain sebagainya, masih 100% impor, gula industri masih impor sekitar 3-3,5 juta ton per tahun.

Selain itu kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe yang dijual di pasar, lebih dari 80% impor. Bawang putih sebagai bumbu dapur yang umum digunakan seluruh dapur, 98% masih impor. Kemudian daging sapi hampir setengah kebutuhan nasional impor, susu sekitar 80 persen. Garam industri juga sepenuhnya masih impor.

Baca Juga: Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas

Menurutnya pelemahan nilai tukar menjadi shock tambahan bagi nasib harga jual produk akhir pangan, baik untuk masyarakat di kota maupun di desa. Konflik yang terjadi di timur tengah saat ini membuat importir harus mengeluarkan uang lebih besar untuk mendatangkan barang ke Indonesia maupun.

Sebab menurut Khudori konflik di Timur Tengah yang saat ini masih berlangsung menjadi shock pertama bagi harga pangan . Memberikan dampak terhadap biaya transportasi laut, premis asuransi pengiriman, hingga adanya tambahan biaya untuk ongkos logistik impor.

Sementara di satu sisi, importir perlu menukarkan dolar untuk membeli dan mendatangkan komoditas dari luar. Ketika harga dollar sedang menguat, maka perlu lebih banyak rupiah yang ditukarkan sebelum membeli komoditas tersebut.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *