Tinggalkan Target Full EV, Fokus ke Hybrid



loading…

CEO Honda Toshihiro Mibe menyebut strategi perusahaan akan fokus ke hybrid, bukan EV. Foto: Honda JP

JAKARTA – Honda akhirnya menyerah. Setidaknya menyerah untuk satu hal: mimpi menjadi merek mobil full listrik pada 2040.

Target itu resmi dicabut. Langsung oleh bos global Honda: Toshihiro Mibe. Kalimatnya sederhana: “Tidak realistis lagi”.

Berarti mesin bensin masih panjang umur. Hybrid justru jadi penyelamat.

Keputusan ini menarik. Apalagi datang di saat pasar Indonesia sedang berubah cepat. Mobil-mobil China mulai mengacak-acak peta lama. Honda yang dulu nyaman di papan atas kini mulai terdesak. Data Gaikindo April 2026 sudah bicara keras.

Honda wholesales tinggal 2.363 unit. Posisi ke-9 nasional. Nyaris keluar dari 10 besar. Bandingkan dengan BYD: 4.625 unit. Jaecoo: 3.219 unit. Artinya ancaman itu nyata.

Bukan lagi masa depan. Sudah terjadi sekarang. Padahal Honda dulu rajanya mobil rakyat perkotaan. Brio. HR-V. CR-V. Mobil-mobilnya identik dengan anak muda.

Kini pasar berubah. Yang dicari bukan hanya merek. Tapi teknologi. Efisiensi. Dan sensasi baru. Honda sadar itu. Maka arah setir langsung dibelokkan.
Bukan lagi full EV. Tapi hybrid.

Honda akan meluncurkan 15 model hybrid generasi baru sampai Maret 2030. Fokus utamanya Amerika Utara. Tapi efeknya pasti global. Termasuk Indonesia.

Mulai 2027 Honda memakai platform hybrid baru. Mesin baru. Sistem hybrid baru. Bahkan AWD elektrik baru.

Efisiensi bahan bakar ditargetkan naik lebih 10 persen. Biaya sistem hybrid ditekan 30 persen dibanding sistem tahun 2023.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *