Pemerintah Negara Anggota NATO Runtuh setelah Insiden Drone Kamikaze Ukraina



loading…

Perdana Menteri (PM) Latvia Evika Silina. Foto/David Ausserhofer

RIGA – Perdana Menteri (PM) Latvia Evika Silina mengumumkan pengunduran dirinya di tengah krisis pemerintahan yang disebabkan insiden yang melibatkan drone kamikaze Ukraina yang menghantam depot minyak di dekat perbatasan Rusia. Silina mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers pada hari Kamis (14/5/2026).

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Rihards Kozlovskis, anggota partai liberal-konservatif Unity pimpinan Silina, menyatakan perdana menteri tidak berniat meninggalkan jabatannya.

Sementara itu, pihak oposisi merencanakan manuver prosedural untuk menghindari jeda lima hari yang dipersyaratkan berdasarkan hukum Latvia sebelum permintaan mosi tidak percaya dikabulkan.

Krisis di negara Baltik ini dipicu insiden pekan lalu di mana dua drone kamikaze jarak jauh Ukraina menghantam depot minyak kosong di dekat kota Rezekne, sekitar 40 km dari perbatasan Rusia. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di darat.

Menteri Pertahanan Andris Spruds, yang telah mendukung serangan Ukraina terhadap Rusia dan menyebut insiden itu disayangkan tetapi dapat dimengerti, mengundurkan diri pada akhir pekan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *