Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000



loading…

Founder Bennix Investor Group Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews. FOTO/Tangkapan Layar YouTube/SindoNews

JAKARTA – Founder Bennix Investor Group Benny Batara menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan kondisi yang wajar di tengah lonjakan harga minyak dunia. Menurut dia, tekanan terhadap rupiah akan terus berlanjut selama Indonesia masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

“Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 harusnya rupiah,” kata Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews dikutip pada Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Demi Bertahan Hidup, Singapura Disebut Siapkan Serangan Finansial ke Indonesia

Benny menjelaskan kenaikan harga minyak dunia secara langsung meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi. Ketika harga minyak melonjak dari USD80 menjadi USD120 per barel, biaya yang harus dibayarkan Indonesia ikut meningkat hingga sekitar 50%.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kebutuhan penukaran rupiah ke dolar AS semakin besar. Akibatnya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi sulit dihindari karena permintaan dolar terus meningkat untuk membiayai impor minyak.

“Seiring harga minyak makin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya buat impor minyak,” ujarnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *