AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington



loading…

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas China yang dituduh terlibat dalam perdagangan minyak Iran. FOTO/Aljazeera

NEW YORK – Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas China yang dituduh terlibat dalam perdagangan minyak Iran, memicu ketegangan diplomatik baru menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei 2026. Langkah Washington itu mendapat kecaman keras dari Beijing yang menilai kebijakan tersebut sebagai praktik intimidasi dan pemaksaan sepihak.

Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Fu Cong menegaskan tidak ada negara yang seharusnya menggunakan tekanan politik dan ekonomi terhadap negara lain demi kepentingannya sendiri.

“Tidak boleh ada negara yang terus melakukan praktik intimidasi dan pemaksaan terhadap negara lain,” kata Fu Cong dalam pengarahan pers di Markas Besar PBB, baru-baru ini.

Baca Juga: Daftar Negara yang Keluar dari OPEC dalam Tujuh Tahun Terakhir

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya memasukkan Qingdao Haiye Oil Terminal Co., Ltd., operator terminal minyak di Provinsi Shandong, ke dalam daftar hitam. Perusahaan itu dituduh mengimpor puluhan juta barel minyak mentah Iran yang telah dikenai sanksi sejak Februari 2025.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *