Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Harus Jadi Momentum Pembenahan Total Keselamatan Transportasi



loading…

Taksi listrik asal Vietnam, Green SM (PT Xanh SM Green) mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), pada Senin (27/4/2026) malam. Foto: X TMC Polda Metro Jaya

JAKARTA – Fraksi PDIP DPR menyampaikan duka mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL Commuter Line, taksi Green SM di perlintasan sebidang, dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Fraksi PDIP menegaskan bahwa tragedi ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm keras bagi negara untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi publik, khususnya perkeretaapian nasional. Anggota Komisi II DPR Giri Ramanda Kiemas meminta Kemendagri dan Kemenhub segera berkoordinasi agar pemerintah daerah lebih responsif dalam pengamanan perlintasan sebidang sesuai Permenhub Nomor 94 Tahun 2018.

Menurutnya, Pemda harus memastikan keberadaan palang pintu, pengawasan, serta regulasi pendukung agar keselamatan pengguna jalan dan penumpang kereta terjamin.

Baca juga: Sopir Taksi Green SM yang Kecelakaan di Bekasi Timur Baru 2 Hari Bekerja, 1 Hari Pelatihan Mobil Listrik



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *