
loading…
Tokocrypto memperkuat strategi investasi bagi pengguna di tengah fluktuasi pasar global. FOTO/dok.SindoNews
“Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang dagang, serta kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global yang turut menekan likuiditas pasar kripto,” ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, dalam keterangan pers, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: AS Umumkan Sanksi Baru Targetkan Jaringan Mata Uang Kripto Iran
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto mencapai 21 juta lebih per Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar mengalami dinamika dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Tokocrypto melihat adanya pergeseran preferensi investor dari perdagangan spot ke instrumen derivatif. Volume perdagangan derivatif tercatat meningkat dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret, sementara transaksi di pasar spot mengalami penurunan.