Lebanon Butuh Rp10 Triliun untuk Atasi Krisis Kemanusiaan akibat Perang Israel



loading…

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam. Foto/anadolu

BEIRUT – Lebanon membutuhkan lebih dari USD588 juta (Rp10 triliun), selama enam bulan ke depan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang memburuk akibat perang Israel. Pernyataan itu diungkap Perdana Menteri Nawaf Salam pada hari Selasa (21/4/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee di Paris, Salam mengatakan dia telah meminta otoritas peradilan Lebanon untuk menindaklanjuti pembunuhan seorang penjaga perdamaian Prancis yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, seperti dilaporkan kantor berita negara NNA.

UNIFIL mengatakan telah meluncurkan penyelidikan setelah salah satu posisinya “mendapat tembakan senjata ringan dari aktor non-negara” di desa Ghanduriyah di selatan pada hari Sabtu. Hizbullah membantah keterlibatan dalam serangan itu.

Salam menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata dengan Israel, dan mengatakan dia membahas rencana untuk konferensi internasional untuk mendukung tentara dan pasukan keamanan Lebanon.

“Lebanon tidak memilih perang ini; perang ini dipaksakan kepadanya,” katanya, menyerukan penghormatan penuh terhadap perjanjian gencatan senjata.

Mengenai biaya perang Israel, Salam mengatakan, “Lebanon membutuhkan 500 juta euro untuk mengatasi krisis kemanusiaan dalam enam bulan mendatang.”

Ia menambahkan stabilitas berkelanjutan bergantung pada penarikan Israel dari wilayah Lebanon, kembalinya pengungsi, dan pembebasan tahanan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *