
loading…
Pejuang Hizbullah menggelar parade militer. Foto/anadolu
Gencatan senjata antara Israel dan gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon dapat diberlakukan setelah pasukan darat Israel menyelesaikan perebutan kota strategis Bint Jbeil di Lebanon selatan, menurut laporan hari Rabu (15/4/2026).
Gencatan senjata di Lebanon, jika diumumkan, kemungkinan hanya akan berlangsung selama gencatan senjata AS-Iran berlaku, kata para pejabat Lebanon.
Laporan tersebut menambahkan gencatan senjata semacam itu akan menghentikan serangan Israel tetapi tidak mengharuskan pasukan Israel untuk mundur.
Namun, gencatan senjata di Lebanon bukanlah bagian dari pembicaraan damai antara AS dan Iran, catat laporan tersebut.
“Ini bukanlah sesuatu yang kami minta, juga bukan bagian dari negosiasi perdamaian dengan Iran, tetapi presiden akan menyambut baik berakhirnya permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari perjanjian perdamaian antara Israel dan Lebanon,” ujar seorang pejabat senior AS seperti dikutip media.
Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok pejuang Lebanon itu melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah kampanye militer AS-Israel melawan Iran.