
loading…
Saat sekuritas lain tidak mampu hadirkan antrian order real time, IPOT justru membuka pintu. Foto/Dok
Mereka tidak melihat siapa yang antre di depan mereka. Mereka tidak tahu berapa tekanan beli atau jual yang sedang terjadi detik ini. Nasabah terbiasa membuat keputusan beli dan jual berdasarkan broker summary, data yang sudah terlambat hingga 16 jam, sementara Smart Money bergerak berdasarkan realita yang terjadi saat ini juga.
“Dan penyebabnya bukan kurangnya kemampuan investor. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time,” tegas Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu.
Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing
Saat sekuritas lain tidak mampu hadirkan antrian order real time, IPOT justru membuka pintu: pakai dulu, rasakan bedanya!. Fakta industri yang perlu diketahui publik, tidak semua sekuritas di Indonesia memiliki kemampuan teknis untuk menghadirkan Live Orderbook dan indikator trading real time kepada nasabahnya.
Alasannya beragam mulai dari keterbatasan infrastruktur sistem, biaya investasi teknologi yang besar hingga ketiadaan tim riset institusi yang mendukung. Namun dampaknya terasa langsung dan nyata di portofolio investor:
Investor tidak dapat melihat antrian order saham yang sedang berjalan. Investor tidak mampu membaca akumulasi atau distribusi yang terjadi saat ini. Investor tidak mengetahui tekanan beli/jual secara real time, hingga Keputusan trading diambil dari data historis broker summary, bukan dari realita market yang bergerak.