
loading…
Foto: Dok. BYD
Di Zhengzhou, China, evolusi teknologi kendaraan listrik tidak hanya dibicarakan, tetapi diuji langsung secara intensif dan diproduksi dalam skala industri.
Di satu sisi berdiri sirkuit All-Terrain bersertifikasi Guinness World Records. Di sisi lain, berdiri Super Factory dengan otomatisasi mendekati penuh. Di antara keduanya, lahir sistem teknologi yang menjadi fondasi ambisi global BYD.
Menguji Batas di Sirkuit All-Terrain
Bayangkan bukit pasir setinggi 29,6 meter dengan kemiringan 28 derajat, dibangun di dalam ruangan menggunakan 6.200 ton pasir.
Di sinilah kendaraan listrik BYD diuji. Tanjakan ekstrim itu hanya salah satu bagian dari fasilitas yang juga memiliki lintasan low-friction menyerupai es, kolam perendam, paddock dinamis, trek balap sepanjang 1.758 meter, hingga arena off-road.
Ketika Sindonews mencoba langsung kendaraan di lintasan low-friction, sistem Electronic Stability Control (ESC) dan vehicle dynamics control bekerja hampir tak terasa.
Pada permukaan basah dan licin, distribusi tenaga serta pengereman disesuaikan dalam hitungan milidetik tanpa intervensi pengemudi. Mobil tetap stabil, bahkan saat akselerasi mendadak.
ESC di sini bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi bagian dari arsitektur keselamatan aktif kendaraan.
Di area paddock dinamis, teknologi DiSus—suspensi cerdas berbasis kontrol elektronik—menunjukkan kemampuannya.
Saat mobil melibas permukaan tidak rata dan manuver tajam, tinggi dan kekakuan suspensi menyesuaikan otomatis. Pergerakan bodi terasa terkendali dan meminimalkan gejala limbung.
Teknologi ini bekerja membaca permukaan jalan dan merespons dalam milidetik. Risiko rollover ditekan, kenyamanan tetap terjaga.