Intip Rahasia SPPG di Sumba dan Tasikmalaya, Jaga Standar Tinggi Dorong Pertanian Lokal



loading…

Di tengah berita Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus berupaya melakukan pengetatan standar mutu dan evaluasi kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Di tengah berita Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus berupaya melakukan pengetatan standar mutu dan evaluasi kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), masyarakat perlu tahu bahwa ada beragam kisah dari SPPG yang sudah berjalan baik dan berhasil membangun ekosistem perekonomian saling menguntungkan dengan penduduk di sekitarnya.

Sebagian SPPG pun kini bukan sekadar sarana dapur umum. Beberapa SPPG bertransformasi menjadi jantung baru bagi perekonomian desa dan program MBG menjadi penyemangat baru bagi anak-anak di pelosok negeri untuk terus bersekolah.

Baca Juga: Evaluasi MBG Diperketat, 1.512 SPPG di Jawa Dihentikan Sementara

Kisah inspiratif pertama datang dari SPPG Kadi Wano di Wewewa Timur, Sumba Barat Daya. Di bawah kepemimpinan Edwin Putra Kadege, SPPG ini berhasil membuktikan bahwa SPPG yang dijalankan dengan baik justru menunya dinanti anak-anak.

“Banyak anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan ekonomi orang tua. Fakta di lapangan, guru-guru melapor anak-anak kini jauh lebih bersemangat sekolah meskipun jarak rumah mereka sangat jauh,” ujar Edwin Putra Kadege dalam pernyataannya, Kamis (19/3/2026).



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *