
loading…
Presiden AS Donald Trump blakblakan Kuba jadi target berikutnya setelah dia menyelesaikan perang AS-Israel dengan Iran. Foto/The Militant/Ricardo López Hevia
“Saya pikir kita akan segera membuat kesepakatan atau melakukan apa pun yang harus kita lakukan,” katanya kepada wartawan Minggu di Air Force One, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Senin (16/3/2026). “Kita sedang berbicara dengan Kuba, tetapi kita akan menangani Iran sebelum Kuba,” katanya lagi.
Baca Juga: Israel Ingin Lanjutkan Perang 3 Minggu Lagi, Iran Justru Menolak Akhiri Konflik
Di bawah Trump, AS telah memperketat tekanan terhadap Kuba, memberlakukan blokade bahan bakar hampir total yang telah memperburuk pemadaman listrik yang sudah berlangsung berjam-jam di negara komunis tersebut.
Spekulasi tentang kemungkinan penggulingan militer rezim Komunis Kuba telah beredar di Washington seiring dengan berlanjutnya serangan AS di Iran, sebagian dipicu oleh pembicaraan dari Trump dan sekutunya, termasuk Senator Lindsey Graham, yang telah mengemukakan prospek jatuhnya pemerintahan Kuba.
Unjuk rasa di Kuba berkobar selama akhir pekan, dengan para pengunjuk rasa di kota Moron melempari batu dan membakar kantor Partai Komunis setempat. Lima orang ditangkap dan satu dirawat di rumah sakit, menurut laporan surat kabar milik negara; Granma.