Ini 3 Cara Penanganan Kanker Payudara Selain Kemoterapi



loading…

Kanker payudara seringkali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Foto: Istimewa

JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus barukanker payudara di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5-tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien yang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis).

Kanker payudara seringkali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara, terutama yang ganas tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Baca Juga : Perempuan Indonesia Diajak Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat Program Skrining Nasional

Sementara itu, pengobatan seperti kemoterapi pun biasanya jadi salah satu acuan bagi pasien kanker. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Kemoterapi sering kali diberikan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan/ukuran tumor.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *