
loading…
MoU ini menargetkan penempatan 4.000 tenaga kerja terampil Indonesia pada sektor perhotelan, ritel modern, manufaktur, dan layanan industri terkait, dengan pendekatan berbasis kesiapan kompetensi dan standar internasional. Foto/Dok
MoU ini menargetkan penempatan bertahap hingga 4.000 tenaga kerja terampil Indonesia pada sektor perhotelan, ritel modern, manufaktur, dan layanan industri terkait, dengan pendekatan berbasis kesiapan kompetensi dan standar internasional.
Acara penandatanganan dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt beserta jajaran, perwakilan ITPC Hamburg, Atase Perdagangan Berlin, Atase Perindustrian KBRI Brussel, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia serta pemangku kepentingan pemerintah Indonesia baik secara langsung maupun daring.
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia beserta jajaran turut hadir secara daring, menegaskan dukungan terhadap penguatan ekspor jasa nasional sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekspor Indonesia.
Baca Juga: 20 Ribu Kuota Pelatihan Vokasi Nasional Disiapkan Kemnaker di 2026, Ini Cara Daftarnya
Secara khusus, Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik, Bapak Emmanuel Lestarto Wanandi, didampingi oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri BPSDMI Kementerian Perindustrian, Ronggolawe Sahuri, hadir langsung mewakili Menteri Perindustrian Republik Indonesia, memberikan sambutan sekaligus menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut.