Perdamaian dalam Jangkauan, Iran Setuju Tak Menimbun Material Nuklir



loading…

Oman Badr bin Hamad Al Busaidi bertemu Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner. Foto/sputnik

TEHERAN – Iran setuju selama pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) untuk tidak pernah menimbun uranium yang diperkaya. Pernyataan itu diungkap diplomat utama Oman, yang menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar.

Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi juga mengatakan pada hari Jumat bahwa ia percaya semua masalah dalam kesepakatan antara Iran dan AS dapat diselesaikan “secara damai dan komprehensif” dalam beberapa bulan.

“Kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita… jika kita memberi diplomasi ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya,” kata Al Busaidi dalam wawancara dengan CBS News di Washington, DC, setelah Oman menjadi perantara putaran ketiga pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran di Jenewa pada hari Kamis.

“Jika tujuan utamanya adalah untuk memastikan selamanya bahwa Iran tidak dapat memiliki bom nuklir, saya pikir kita telah memecahkan masalah itu melalui negosiasi ini dengan menyetujui terobosan yang sangat penting yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujar Al Busaidi.

“Menurut saya, pencapaian terpenting adalah kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki material nuklir yang dapat digunakan untuk membuat bom,” katanya.

“Sekarang kita berbicara tentang nol penimbunan, dan itu sangat, sangat penting karena jika Anda tidak dapat menimbun material yang diperkaya, maka tidak mungkin Anda dapat membuat bom,” tambahnya.

Akan ada juga “verifikasi penuh dan komprehensif oleh IAEA [Badan Energi Atom Internasional]”, katanya, merujuk pada badan pengawas nuklir PBB.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *