loading…
Reputasi Volvo sebagai pabrikan mobil tank yang mengutamakan keselamatan kini dipertaruhkan setelah mereka terpaksa menarik kembali (recall) lebih dari 40.000 unit SUV listrik EX30 akibat risiko baterai yang mudah panas dan terbakar. Foto: ist
Volvo Cars mengumumkan langkah drastis: harus menarik kembali (recall) lebih dari 40.000 unit mobil listrik (EV) flagship mereka, EX30. Penyebabnya fatal, yakni modul paket baterai tegangan tinggi yang berisiko mengalami panas berlebih (overheating) hingga memicu kebakaran.
Bagi Volvo, ini bukan sekadar masalah teknis biasa; ini adalah hantaman telak tepat di jantung reputasi yang telah mereka bangun dengan susah payah. Imbasnya pun langsung terasa secara finansial: saham Volvo Cars anjlok hingga 4 persen.
Total ada 40.323 mobil yang terdampak. Jumlah ini mencakup varian EX30 Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance.
“Kami sekarang menghubungi pemilik semua mobil yang terkena dampak untuk memberi tahu mereka tentang langkah selanjutnya,” tegas pernyataan resmi Volvo.
Ironi Baterai China dan Tekanan Pasar 2026

Melihat tren pasar otomotif 2026, pabrikan tradisional Eropa memang sedang mati-matian mengejar ketertinggalan dari gempuran mobil listrik murah asal China. Volvo, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh raksasa China, Geely, menjadikan SUV ringkas EX30 sebagai ujung tombak untuk merebut pasar tersebut.