Yuan China Harus Jadi Mata Uang Cadangan Global



loading…

Yuan China atau renminbi menjadi mata uang pembiayaan perdagangan kedua yang paling banyak digunakan setelah dolar menyusul pecahnya perang di Ukraina, pada Februari 2022. Foto/Dok

JAKARTAYuan China atau renminbi menjadi mata uang pembiayaan perdagangan kedua yang paling banyak digunakan setelah dolar AS menyusul meningkatnya konflik di Ukraina pada Februari 2022, lalu. Pemicunya adalah sanksi AS yang ditujukan kepada Moskow, mendorong banyak negara mulai berdagang dengan mata uang nasional.

Meski begitu peran Yuan China sebagai mata uang cadangan global, masih terbatas. Hal itu tidak menyurutkan semangat Presiden Xi Jinping yang menginginkan Yuan menjadi pilihan utama sebagai cadangan, namun Ia mengakui ada beberapa hal yang harus dimiliki.

Baca Juga: Pengaruh Dolar AS di Pasar Global Terancam di Tengah Politisasi Lembaga

Beijing harus memiliki “mata uang yang kuat, dan banyak digunakan dalam perdagangan dan investasi internasional, serta pasar valuta asing, sehingga memiliki status sebagai mata uang cadangan global,” tulis Xi dalam sebuah artikel untuk jurnal Partai Komunis, Qiushi.

“Yuan juga harus didukung oleh “bank sentral yang kuat,” ungkap presiden Xi Jinping.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *