Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini



loading…

Pasien cuci darah di Indonesia tembus 200 ribu. Foto: Dok SindoNews

JAKARTA – Jumlah pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah di Indonesia terus meningkat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, saat ini ada sekitar 200 ribu pasien di Tanah Air yang menggantungkan kehidupannya dengan terapi dialisis atau cuci darah .

Artinya, penyakit ginjal kronis merupakan salah satu tantangan besar yang ada dalam dunia kesehatan di Indonesia. Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) sendiri adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap.

Biasanya penyakit ini tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Sehingga banyak pasien yang baru menyadari kerusakan ginjalnya ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Baca Juga : Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Tanpa Disadari

Pengobatan penyakit ginjal pun berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Pada tahap awal, penanganan difokuskan untuk memperlambat kerusakan ginjal seperti melalui pengendalian tekanan darah, pengaturan kadar gula darah, perubahan pola makan, dan pemberian obat-obatan tertentu.

Langkah ini bertujuan mencegah pasien masuk ke fase gagal ginjal total. Namun, ketika penyakit masuk ke tahap akhir, ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Pada kondisi inilah pasien membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal, yaitu dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis atau yang lebih dikenal sebagai cuci darah biasanya paling umum dilakukan karena minimnya donor ginjal.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *