Muktamar ke-35 NU, KH Ma’ruf Amin-Abdussalam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU



loading…

Kinerja Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 terus menjadi sorotan. Foto/SindoNews

JAKARTA – Kinerja Pengurus Besar Nadhlatul Ulama ( PBNU ) masa khidmat 2021-2026 terus menjadi sorotan, terutama dalam satu tahun terakhir. Nahdliyyin melihat dan merasakan dampak dari penyelenggaraan jam’iyyah di arus bawah.

“Publik NU merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebangggan terhadap organisasi. Kalaupun tidak sama dengan pendahulu NU, setidaknya tidak jauh mengikuti jejak kepemimpinan dan keteladanan mereka,” ujar Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) 2018-2023, Ahmad Samsul Rijal, Kamis (5/2/2026).

Ahmad Samsul Rijal menyebut, PBNU masih dibelit isu infiltrasi zionisme melalui organisasi. Ditambah isu dukungan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya terhadap masalah krusial; keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bikinan Donald Trum untuk mengkonsolidasi kepentingan Amerika dan Israel, atas nama perdamaian di Gaza, Palestina.

Baca juga: PBNU: Iuran Keanggotaan Indonesia di BoP untuk Membangun Gaza

“Belitan masalah di PBNU merupakan buah dari kepemimpinan yang melompat-lompat bagai politisi; membawa NU di luar arena khidmat yang semestinya. Lapangan khidmat yang utama tidak tergarap dengan baik, bahkan cenderung terabaikan, yakni membangkitkan ekonomi nahdliyyin, solidaritas di sektor kesehatan, sosial-budaya, spiritualitas dan lain-lain,” ujar Katib Syuriyah PCNU Jombang, 2017-2022 itu.

Sekretaris Forum Silaturrohim Kiai dan Pesantren (Forsikap) itu menyebut Nahdliyyin berharap Muktamar ke-35 NU pada Juli 2026 atau sebelumnya menjadi forum refleksi dan pergantian kepemimpinan PBNU. “Nahdliyyin berharap pengganti pemimpin PBNU nanti, adalah figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU, menguatkan peran secara efektif, dan menjawab tantangan jaman,” katanya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *