
loading…
Pemimpin demo wanita Iran ini mengaku menghubungi PM Netanyahu untuk picu kerusuhan. Foto/Press TV
Tersangka yang tidak disebutkan namanya, yang dilaporkan fasih dalam tujuh bahasa, membuat pengakuan tersebut selama kunjungan Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Eje’i, ke pusat penahanan Teheran yang menampung individu-individu yang terlibat dalam kerusuhan dan sabotase.
Menurut pihak berwenang, wanita tersebut mengakui berkoordinasi dengan administrator jaringan media sosial pro-Pahlavi selama kerusuhan baru-baru ini dan secara langsung menghubungi lingkaran pro-Israel setelah pecahnya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Dia mengkonfirmasi bahwa upayanya termasuk mengirim pesan langsung kepada Netanyahu sendiri.
Melansir Press TV, dua perusuh lainnya mengaku bahwa mereka menargetkan kantor polisi dalam upaya yang disengaja untuk melemahkan Republik Islam dan menciptakan kekacauan di negara tersebut.
Di antara para tahanan juga terdapat seorang pria yang mengaku menembakkan senapan laras tunggal ke personel penegak hukum dan warga sipil dari apartemennya di selatan Teheran.