
loading…
Fisioterapi tak lagi dipandang sebagai layanan pemulihan saat cedera, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Foto/Physiorehab.
Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan pelayanan rehabilitasi fisioterapi sebagai intervensi medis yang berfokus pada pemulihan fungsi gerak, pengelolaan nyeri, serta pencegahan cedera berulang. Fisioterapi juga berperan penting dalam menjaga kapasitas fungsional pasien agar tetap optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Perbedaan Fisioterapi dan Ortopedi: Dua Profesi Medis yang Sering Disamakan
Founder sekaligus Head Physiotherapist Physiorehab, Simon Prasetyo, mengatakan, “Fisioterapi kini tidak lagi dipandang semata sebagai layanan pemulihan saat cedera, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Melalui Physiorehab, kami ingin membantu masyarakat memahami tubuhnya dengan lebih baik, menjaga mobilitas, dan tetap aktif secara aman dalam jangka panjang.”
Dari sisi medis, fisioterapi berperan penting dalam membantu pemulihan fungsi gerak pasca-cedera dan pasca-operasi, sekaligus mencegah kekambuhan yang dapat mengganggu produktivitas. Pendekatan rehabilitasi modern menempatkan fisioterapi tidak hanya sebagai terapi kuratif, tetapi sebagai bagian dari manajemen kesehatan jangka panjang berbasis fungsi dan kualitas hidup,’’ujar Simon.
Gaya Hidup Modern dan Minim Aktivitas Fisik Picu Masalah Kesehatan Gerak
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung, cedera lutut, gangguan bahu, hingga cedera akibat aktivitas olahraga dan pekerjaan mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh atlet, tetapi juga oleh masyarakat usia produktif, dengan nyeri punggung bawah sebagai salah satu keluhan yang paling sering ditemui, terutama akibat pola kerja duduk terlalu lama atau minim aktivitas fisik (sedentari), postur tubuh yang kurang ergonomis, serta aktivitas fisik yang dilakukan tanpa pendampingan yang tepat.