
loading…
Joshua, mantan juara dunia kelas berat dua kali, tampil dominan sejak ronde awal hingga pertandingan dihentikan pada ronde keenam di Miami. Paul sempat beberapa kali terjatuh, bahkan mengalami patah rahang di dua titik akibat hantaman Joshua. Ketimpangan kualitas membuat laga ini dianggap sebagai salah satu mismatch paling ekstrem dalam sejarah tinju modern.
Penonton yang memadati arena tak segan meluapkan kekecewaan. Sorakan boo terdengar sepanjang pertandingan, bahkan wasit Christopher Young sempat menegur kedua petinju karena gaya bertarung yang dinilai tidak menghibur. Paul lebih banyak bertahan dan menghindari duel terbuka, termasuk beberapa kali memeluk kaki Joshua demi bertahan dari gempuran.
Secara fisik dan pengalaman, Joshua berada jauh di atas lawannya. Petinju Inggris berusia 36 tahun itu memiliki keunggulan tinggi badan, bobot, serta jam terbang di level elite. Sebaliknya, Paul yang baru mencatatkan 13 laga profesional sebelumnya, terlihat kesulitan memberi perlawanan berarti sepanjang enam ronde.
Meski demikian, laga ini tetap mencetak angka bisnis luar biasa. Pertandingan tersebut disiarkan oleh Netflix, yang kian agresif masuk ke dunia tinju profesional. Meski menuai kritik karena mempertontonkan duel tidak seimbang, laga Joshua vs Paul diprediksi menyedot jutaan penonton global, mengikuti tren sukses laga-laga hiburan tinju sebelumnya.