
loading…
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – Pemerintah mengumumkan keberhasilan mobilisasi investasi lintas sektor hingga USD7,7 miliar atau sekitar Rp128,5 triliun per tahun melalui skema pasar karbon, sebuah sinyal kuat bagi para investor global.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Asia Bisa Ubah Risiko Iklim Jadi Peluang Ekonomi
Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH melaporkan, pilar utama dari strategi ini adalah Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Regulasi ini menjadi landasan bagi pembiayaan proyek-proyek rendah emisi, menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang menguntungkan.
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau adalah sebuah keniscayaan yang profitabel. “COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).