
loading…
BACA JUGA – Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah Tambah Subsidi BBM & LPG dan Kompensasi BBM
Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto menjelaskan, beberapa hal perlu diperhatikan konsumen demi menjaga keawetan kendaraan. “Hal yang pasti isi BBM di SPBU resmi, jangan pakai BBM sembarangan karena kita tidak tahu itu BBM murni atau sudah dicampur dengan sesuatu yang lain,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Rabu (25/6/2025).
Kemudian, pemilik kendaraan sebaiknya selalu mengisi BBM secara rutin atau tidak membiarkan tangki BBM kendaraan dalam keadaan kosong. Serta usahakan mengisi BBM hingga penuh atau full tank. Sebab kekosongan tangki BBM secara perlahan akan memunculkan masalah di kemudian hari terhadap kendaraan.
“Karena kalau tidak penuh berarti ada rongga udara di atas bahan bakar. Kita kan negara dengan kelembaban tinggi, jadi kalau sore ke malam udara mendingin. Jadi uap air yang ada di dalam tangki akan terkondensasi dan masuk ke dalam bahan bakar di tangki,” jelas dia.
Proses kondensasi ini yang bisa meningkatkan kadar air yang mengendap di dasar tangki bercampur kotoran dan lumpur. Hingga bercampur ke dalam BBM sehingga mempengaruhi kualitas bahan bakar. Padahal, ada batas maksimum kadar air yang tercampur tidak boleh lebih dari 500 ppm.
“Kalau kadar air makin meningkat maka kendaraan bisa brebet, artinya Ketika kita ingin menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi tidak bisa karena tersendat-sendat. Terus kalau kadar air terlampau tinggi lagi dan ada air yang terhisap dari tangki ke mesin ya tidak bisa hidup atau mati,” tegas dia.