TÜV Rheinland dan BPLJSKB Ubah Peta Uji Kendaraan RI di 2026


loading…

Momen penandatanganan kesepahaman strategis antara TÜV Rheinland Indonesia dan BPLJSKB di Cibitung, Bekasi, yang menandai era baru standardisasi uji kendaraan nasional menuju level global. Foto: BPLJSKB

CIBITUNG – Ambisi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi “tukang jahit” atau basis produksi industri otomotif global, melainkan pusat validasi teknologi dan inovasi, mendapatkan momentum krusial pada awal 2026.

Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), atau yang dikenal secara internasional sebagai Vehicle Testing and Certification Center (VTCC), resmi menggandeng raksasa sertifikasi asal Jerman, TÜV Rheinland Indonesia, dalam kemitraan strategis yang ditandatangani di Proving Ground Cibitung, Bekasi, belum lama ini.

Kesepakatan tersebut bukan sekadar seremoni di atas kertas. Di tengah deru mesin dan gesekan ban di lintasan uji Cibitung, penandatanganan nota kesepahaman ini menandai integrasi standar uji nasional dengan protokol keselamatan global yang ketat.

Langkah ini dinilai vital mengingat posisi Indonesia yang kini bertransformasi menjadi salah satu pusat manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Infrastruktur Kelas Dunia di Timur Jakarta

Standar Eropa Masuk Cibitung: TÜV Rheinland dan BPLJSKB Ubah Peta Uji Kendaraan RI di 2026

Kerja sama ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan fasilitas pengujian yang mampu mengimbangi lonjakan teknologi kendaraan, mulai mobil listrik hingga fitur keselamatan aktif.

BPLJSKB di Cibitung kini tidak lagi sekadar balai uji kir biasa. Fasilitas ini telah berevolusi menjadi kompleks pengujian komprehensif yang dilengkapi teknologi mutakhir.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *