
loading…
Nasib motor listrik di Indonesia menjadi tidak jelas dengan penjualan yang terus menurun. Foto: Sindonews/danang arradian
Ini adalah sebuah ironi yang menyakitkan. Pemerintah seolah menganaktirikan segmen kendaraan yang paling potensial untuk diadopsi secara massal, dan kini mereka secara terbuka mengakui kebingungannya dalam merumuskan skema yang tepat.
Penjualan Anjlok, Pasar Menanti ‘Keajaiban’
Data berbicara dengan perih. Tanpa adanya “magnet” subsidi, penjualan motor listrik di kuartal pertama 2025 hanya mampu menembus angka 2.000 unit. Angka ini adalah sebuah kemunduran besar jika dibandingkan dengan tahun 2024, di mana kuota subsidi 50.000 unit ludes diserbu oleh lebih dari 60.000 pembeli.
Ini adalah bukti tak terbantahkan: subsidi adalah napas bagi industri motor listrik di Indonesia. Tanpa itu, pasar langsung “masuk angin”.
Dilema di Meja Pemerintah: Skema yang Serba Salah?
Lantas, mengapa pemerintah seolah ragu-ragu untuk kembali menggelar “pesta” subsidi ini? Rachmat Kaimuddin, Deputi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, membeberkan dilema yang tengah mereka hadapi.