loading…
Pameran IIMS 2026 menjadi saksi transisi konsumen otomotif Indonesia. Hybrid EV dari Toyota, kini mendominasi pilihan utama masyarakat. Foto: TAM
Daya pikat mesin bensin konvensional perlahan mulai luntur, digantikan kesadaran akan efisiensi dan teknologi elektrifikasi.
Fakta ini terekam jelas dari rapor penjualan PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang sukses meraup 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), di mana lini Hybrid Electric Vehicle (HEV) tampil sebagai tulang punggung utama.
Data penjualan IIMS 2026 menunjukkan anomali positif bagi Toyota di tengah kondisi pasar makro yang cenderung stagnan.
Kontribusi pemesanan kendaraan hybrid melonjak tajam dari 31,2 persen pada periode sebelumnya, kini mendominasi hingga 42,6 persen dari total 2.793 SPK yang dibukukan selama sebelas hari pameran.
Angka ini bukan sekadar statistik; tapi deklarasi bahwa konsumen Indonesia di tahun 2026 tidak lagi mengidap fobia terhadap teknologi baterai. Mereka telah menerima elektrifikasi sebagai kebutuhan fungsional harian, bukan sekadar simbol status.
Veloz Hybrid Sang Pendobrak Pasar

Katalis utama dari lonjakan persentase tersebut adalah penetrasi produk yang menyasar segmen kelas menengah.
Kampanye “Hybrid EV untuk Semua” (Hybrid EV For Everyone and Everywhere) yang digaungkan Toyota menemukan momentumnya lewat kehadiran New Veloz Hybrid EV.