
loading…
Porsche . FOTO/ Porsche
Nilai jual kembali tidak hanya bergantung pada angka penjualan kendaraan baru, tetapi juga dipengaruhi oleh reputasi merek, kualitas produk, stabilitas perusahaan, dan kepercayaan konsumen terhadap dukungan purna jual.
Di China, salah satu pasar otomotif terbesar di dunia, laporan Peringkat Nilai Jual Kembali Tiga Tahun Merek Kendaraan 2025 yang dirilis oleh Asosiasi Dealer Otomotif China (CADA) bersama dengan Beijing Jingzhengu Information Technology memberikan gambaran yang jelas tentang realitas sebenarnya dari industri otomotif saat ini.
Laporan tersebut menunjukkan Porsche muncul sebagai merek dengan nilai jual kembali tiga tahun tertinggi sebesar 67,34 persen, mengungguli semua merek lain di semua kategori.
Peringkat ini memperkuat status Porsche sebagai merek premium yang tidak hanya berkinerja tinggi dari perspektif teknik, tetapi juga sangat kuat dalam hal nilai jangka panjang.
Menariknya, pencapaian ini terjadi pada saat Porsche menghadapi tantangan penjualan di Tiongkok, dengan hanya 41.938 unit yang terjual hingga tahun 2025 dan rencana untuk menutup sekitar 30 persen jaringan dealernya untuk menghemat biaya dan mengalihkan investasi ke penelitian dan pengembangan.
Situasi ini membuktikan bahwa kekuatan merek dan kepercayaan pasar dapat mengatasi fluktuasi penjualan jangka pendek.
Fenomena yang sama dapat dilihat di pasar global lainnya, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, di mana Porsche secara konsisten mencatat tingkat depresiasi yang rendah.