Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Masih Butuh Studi dan Riset


loading…

Fokus Toyota saat ini adalah memastikan transisi yang mulus ke era kendaraan listrik dengan tetap mengembangkan teknologi hybrid. Foto: TAM

JAKARTA – Di tengah persaingan pasar mobil listrik yang semakin ketat di pasar lokal, Toyota mengambil pendekatan berbeda. Pabrikan asal Jepang itu fokus pada pengembangan dan pemasaran mobil hybrid, yang juga berperan penting dalam mengurangi emisi karbon.

Saat ini, Toyota baru memasarkan satu model mobil listrik di Indonesia, yaitu bZ4X, yang masih diimpor utuh (CBU) dari Jepang.

Rencana Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Diminta Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Toyota: Masih Butuh Studi dan Riset

Karena itu, banyak pihak mempertanyakan kapan Toyota akan memproduksi mobil listrik di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Head of Public Relations PT Toyota Astra Motor (TAM), Philardi Ogi, menyatakan bahwa Toyota memiliki rencana ke arah tersebut, namun ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

“Sebenarnya begini, kalau kita dari manufacturing dan principal akan lebih baik kalau local production. Bukan cuma mobil listrik sebenarnya, mobil CBU lain juga, kalau dapat skala ekonomi, market sudah bagus, kita akan lebih banyak produksi nasional,” kata Ogi, sapaan akrabnya, di IIMS 2025.

Ogi menambahkan, bahwa Toyota masih membutuhkan studi dan riset yang mendalam untuk merealisasikan produksi mobil listrik di Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan seluruh ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan dengan baik.

“Mohon dilihat nanti, belum bisa bicara banyak. Kita masih kembangkan untuk BEV, fokusnya nanti juga tetap ke lokalisasi agar bisa lebih terjangkau. Balik lagi, kita transisi dulu. Hybrid jalan, listrik tidak ditinggalkan,” tuturnya.

Dominasi Toyota di Segmen Mobil Hybrid

Toyota saat ini menjadi pemimpin di segmen mobil hybrid di Indonesia. Hampir seluruh model yang ditawarkan Toyota memiliki varian hybrid. Pada 2024, Kijang Innova Zenix Hybrid menjadi mobil hybrid terlaris dengan penjualan mencapai 24.353 unit.

Toyota berkomitmen untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia. Meski belum memproduksi mobil listrik secara lokal, Toyota terus mengembangkan teknologi hybrid dan mempertimbangkan berbagai faktor untuk memulai produksi mobil listrik di Indonesia.

Fokus Toyota saat ini adalah memastikan transisi yang mulus ke era kendaraan listrik dengan tetap mengembangkan teknologi hybrid dan mempertimbangkan aspek lokalisasi untuk mencapai harga yang lebih terjangkau bagi konsumenIndonesia.

(dan)



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *