
loading…
Kapasitas produksi mobil listrik di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dari serapan pasar. Foto: VinFast
Angka ini, yang dipaparkan oleh Direktur Industri Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, di Jakarta (25/8), seolah menjadi simbol kemenangan dari kebijakan pemerintah untuk mendorong era elektrifikasi.
Namun, di balik angka kapasitas produksi yang fantastis ini, tersimpan sebuah pertanyaan besar yang mengganjal: di tengah lesunya daya beli masyarakat, siapa sebenarnya yang akan membeli semua mobil ini?
Pabrik Raksasa yang Lapar Pesanan
Mari kita bedah lebih dalam ironi ini. Total populasi kendaraan listrik di Indonesia pada 2024 memang meroket 78% mencapai 207.000 unit.
Namun, angka penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) sepanjang tahun 2024 “hanya” sekitar 43.188 unit.
Ini berarti, kapasitas produksi yang kini terpasang (70.060 unit) jauh melampaui permintaan pasar saat ini.