
loading…
Chery resmi memamerkan prototipe baterai solid-state 1.300 KM yang anti-meledak, siap mengubur range anxiety meski harganya 2,8x lebih mahal dan baru diproduksi 2027. Foto: Reuters
Ini bukan sekadar pengumuman produk; ini adalah sinyal dimulainya perlombaan menuju komersialisasi teknologi baterai tertinggi.
Dengan kepadatan energi sel mencapai 600 Wh/kg—tercatat sebagai yang tertinggi diumumkan oleh produsen mobil China—teknologi ini menjanjikan pemberantasan total dua masalah terbesar yang menghambat adopsi EV hingga saat ini: kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety) dan risiko keamanan (kebakaran).
Data di Balik “Game Changer”
Purwarupa yang dikembangkan oleh Chery Solid-State Battery Research Institute ini memiliki implikasi teknis yang masif bagi konsumen:
1. Kepadatan dan Jarak Tempuh: Kepadatan energi 600 Wh/kg secara teoritis memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian daya. Chery mengklaim jangkauan di dunia nyata (real-world) diproyeksikan mencapai 1.300 km—lebih dari dua kali lipat jangkauan rata-rata EV premium saat ini.
2. Keamanan: Dalam uji penyiksaan ekstrem, termasuk penusukan paku (nail penetration) dan pengeboran (power-drill), sel baterai dilaporkan tidak terbakar atau mengeluarkan asap. Ini adalah keunggulan keamanan fundamental dibandingkan baterai lithium-ion berbasis cairan.
3. Proyeksi Komersialisasi: Chery menetapkan linimasa agresif: operasi percontohan (pilot operation) pada 2026 dan peluncuran skala lebih luas pada 2027.