loading…
Foto: Dok. BYD
Dalam waktu yang terbilang singkat, merek ini membuktikan bahwa mobil listrik premium tidak cukup hanya unggul di produk. Tapi, harus ditopang oleh ekosistem menyeluruh, mulai teknologi, layanan, hingga pengalaman kepemilikan, untuk benar-benar menggeser peta kemewahan otomotif Indonesia.
Selama lebih dari satu dekade, panggung MPV mewah dikuasai oleh pabrikan Jepang. Namun, di 2025, lanskap itu berubah drastis.
Sebuah kendaraan meluncur nyaris tanpa suara, tanpa raungan mesin, tanpa upaya mencuri perhatian—namun justru memikat dengan kesenyapan. Dialah DENZA D9.
D9 menjadi penanda perubahan paradigma: dari kemewahan berbasis warisan merek menuju kemewahan berbasis kecerdasan teknologi dan rasionalitas ekonomi.
Dalam hitungan bulan, D9 bukan hanya hadir, tetapi langsung mengguncang dominasi lama.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan D9 sepanjang tahun lalu sangat kuat di Indonesia. D9 memimpin segmen MPV listrik premium dengan total penjualan lebih dari 7.400 unit. Rasio keunggulan lebih dari tiga kali lipat dibanding kompetitornya menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar pergeseran selera, melainkan disrupsi struktural.
Ekosistem, Bukan Sekadar Mobil
Keunggulan DENZA tidak berdiri pada satu aspek semata. Produk hanyalah pintu masuk. Yang mendorong percepatan pertumbuhannya adalah pembangunan ekosistem EV premium yang dirancang sejak awal.
Sebagai lini premium dari BYD Group—produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia yang telah melampaui Tesla dalam volume penjualan— yang mengusung pendekatan vertikal terintegrasi. Denza mendapatkan sokongan teknologi inti seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, dan sistem bantuan mengemudi dikembangkan langsung oleh induk perusahaan, memastikan konsistensi kualitas sekaligus efisiensi biaya.

D9 menjadi etalase utama ekosistem tersebut. MPV listrik premium ini dibekali baterai Blade berkapasitas 103 kWh, dengan jarak tempuh hingga 600 km (NEDC) serta kemampuan fast charging 166 kW yang mampu menambah jarak sekitar 150 km dalam 10 menit atau 230 km dalam 15 menit.