loading…
Jualan terbanyak, teknologi paling radikal. BYD memamerkan peta jalan teknologinya di IIMS 2026, dari EV massal hingga platform hypercar berperforma ekstrem. Foto: BYD Indonesia
Di sepanjang 2025, BYD mencatatkan penjualan 54.100 unit mobil listrik di Indonesia, setara dengan sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional.
Angka tersebut menempatkan BYD bukan hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga pemain paling dominan di ekosistem kendaraan listrik Tanah Air.
Namun di ajang Indonesia International Motor Show 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, BYD mengirimkan pesan yang lebih besar dari sekadar laporan penjualan.
Lewat sesi BYD Tech Auto Talk, perusahaan membedah secara terbuka fondasi teknologi yang mereka siapkan untuk masa depan: e-Platform 3.0, Platform e3, dan Platform e4.
Dari Pasar Massal ke Teknologi Inti

Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation BYD Motor Indonesia, menyebut awal 2026 sebagai momentum penting bagi industri EV. “Awal tahun sangat baik, karena market share EV secara keseluruhan naik sekitar 3 persen dibanding Januari 2025,” ujarnya.
BYD, kata Luther, menikmati lonjakan yang jauh lebih besar. “Khusus BYD, market share-nya naik signifikan, sekitar 60 persen dari total EV yang terjual pada Januari lalu,” kata dia.
Dominasi pasar tersebut dibangun lewat model-model berbasis e-Platform 3.0, seperti BYD Seal dan Atto 3. Namun BYD menilai kepemimpinan pasar tidak akan bertahan lama tanpa pembaruan teknologi berkelanjutan.
Dari sinilah lahir e3 dan e4—dua platform yang membawa BYD ke wilayah yang selama ini didominasi merek Eropa.
e-Platform 3.0: Tulang Punggung EV Massal

e-Platform 3.0 adalah fondasi produksi massal BYD. Platform ini dirancang untuk efisiensi, modularitas, serta biaya produksi kompetitif. Konfigurasinya maksimal menggunakan dua motor listrik. Satu di depan dan satu di belakang. Fokusnya, pada keseimbangan performa, efisiensi energi, serta kenyamanan harian.