
loading…
BYD Sealion 6 dengan mesin PHEV menjadi model yang sangat menarik untuk dirilis di Indonesia. Foto: BYD
Pabrikan asal China yang selama ini memosisikan diri sebagai pemimpin kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), kini memberikan sinyalemen kuat untuk tidak lagi menutup mata terhadap segmen hibrida yang justru tumbuh subur di tengah keraguan infrastruktur pengisian daya.
Pasar otomotif Indonesia memang anomali. Di saat dunia berlari kencang menuju BEV, konsumen domestik justru menemukan kenyamanan pada teknologi transisi: hybrid.
Fenomena ini memaksa pemain besar sekelas BYD untuk mengkalkulasi ulang strategi mereka, menimbang antara visi jangka panjang pemerintah dengan pragmatisme penjualan hari ini.
Celah Sempit Bernama PHEV
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan menegaskan bahwa fokus utama perusahaan sejatinya masih tegak lurus pada industri EV, sejalan dengan visi transisi energi pemerintah. Namun, nada bicaranya menyiratkan fleksibilitas strategis.
“Kami juga tak menutup kemungkinan terhadap adanya teknologi transisi,” ujar Luther.