
loading…
Anggaran fantastis Rp 8,5 miliar untuk satu unit Range Rover Gubernur Kalimantan Timur memicu ironi tajam, mengingat dana tersebut secara logis cukup untuk memborong belasan unit mobil operasional yang biasa dipakai para pejabat daerah. Foto: Sindonews/G
Melihat tren pasar otomotif saat ini, mobil dinas operasional yang paling wajar dan diandalkan oleh para pejabat tinggi daerah untuk menembus jalanan rusak adalah Sport Utility Vehicle (SUV) tangguh seperti Toyota Fortuner atau kendaran irit berteknologi hybrid sekelas Toyota Kijang Innova Zenix.
Lantas, seberapa masif pemborosan yang terjadi jika dana Rp8,5 miliar itu hanya dibelikan satu unit Range Rover?
Mari kita bedah rincian logis perhitungannya. Jika pemerintah daerah memilih untuk menggunakan dana tersebut secara efisien, uang Rp 8.500.000.000 (Rp 8,5 miliar) itu sebenarnya bisa digunakan untuk membeli 10 unit mobil Toyota Fortuner baru.
Dengan asumsi harga satu unit Fortuner dibanderol seharga Rp 790.000.000 (Rp 790 jutaan), maka total pengeluaran untuk 10 unit Fortuner tersebut hanya menyentuh angka Rp 7.900.000.000 (Rp 7,9 miliar).
Lebih mengejutkan lagi, dari pembelanjaan 10 armada gagah tersebut, kas daerah masih menyimpan sisa anggaran kembalian yang sangat besar, yakni mencapai Rp 600.000.000 (Rp 600 juta).
Skenario kedua tidak kalah mencengangkan. Jika pemerintah ingin membagikan mobil operasional hybrid termewah dari keluarga Kijang kepada para pejabatnya, dana itu bisa memborong 13 unit Toyota Innova Zenix.