
loading…
Keputusan tersebut diambil setelah PBSI, melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Pelatnas. Evaluasi mencakup performa atlet, beban kompetisi, jadwal turnamen internasional, hingga efektivitas pembinaan jangka panjang di Pelatnas Cipayung .
PBSI menilai, padatnya kalender turnamen internasional yang kini sudah dimulai sejak awal Januari membutuhkan kestabilan komposisi atlet. Dengan tidak adanya lagi sistem pulang-panggil di akhir tahun, program latihan diharapkan berjalan lebih konsisten tanpa terganggu masa transisi yang terlalu sering.
Selama ini, pemulangan atlet dilakukan sebagai bagian dari evaluasi tahunan. Namun, PBSI menilai kondisi saat ini menuntut pendekatan berbeda. Hasil diskusi dengan pelatih, tim sport science, dan divisi teknis menunjukkan bahwa Pelatnas membutuhkan kesinambungan agar persiapan menuju kompetisi besar bisa lebih maksimal.
Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa penghapusan sistem tersebut tidak berarti evaluasi atlet ditiadakan. Penilaian tetap dilakukan secara ketat melalui Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.