
loading…
Kembalinya Fury memunculkan satu pertanyaan besar: apakah “The Gypsy King” masih memiliki ambisi untuk merebut gelar juara dunia kelas berat untuk ketiga kalinya? Jika berhasil, Fury akan bergabung dengan deretan legenda tinju seperti Muhammad Ali, Lennox Lewis, Evander Holyfield, dan Vitali Klitschko—nama-nama langka yang mampu merajai divisi heavyweight dalam tiga era berbeda.
Sepanjang kariernya, Fury telah dua kali menjadi juara dunia kelas berat. Ia pertama kali merebut takhta pada 2015 setelah mengalahkan Wladimir Klitschko, lalu kembali ke puncak dunia dengan menumbangkan Deontay Wilder pada 2020. Namun mimpinya menjadi juara undisputed pupus setelah dua kali takluk dari Usyk, yang kini memegang sabuk WBC, WBA, dan IBF. Sementara itu, gelar WBO saat ini berada di tangan petinju Inggris, Fabio Wardley.
Menurut pelatih top Inggris Joe Gallagher, motivasi Fury untuk kembali bertinju sangat mungkin berakar dari ambisi merebut gelar dunia sekali lagi. Gallagher menilai Fury masih memiliki kapasitas teknis dan pengalaman untuk kembali ke puncak, meski tantangannya jauh dari mudah.
“Saya tidak akan mencoret Tyson Fury. Dia masih punya kemampuan untuk menjadi juara dunia tiga kali,” ujar Gallagher.